Bagi jamaah umrah, perjalanan menuju Tanah Suci bisa memakan waktu berjam-jam di dalam pesawat. Dalam kondisi tertentu, waktu salat dapat masuk ketika kita masih berada di udara.
Lalu, bagaimana jika kita tidak dapat menggunakan air untuk berwudu?
Islam memberikan kemudahan melalui tayamum. Tayamum merupakan cara bersuci menggunakan tanah atau debu yang suci sebagai pengganti wudu atau mandi wajib ketika terdapat alasan syar’i yang membuat penggunaan air tidak memungkinkan. Dasarnya antara lain terdapat dalam QS. An-Nisa ayat 43 dan QS. Al-Ma’idah ayat 6.
Apa Itu Tayamum?
Secara bahasa, tayamum berarti bermaksud atau menuju kepada sesuatu. Secara istilah, tayamum adalah bersuci menggunakan tanah atau debu yang suci dengan mengusap wajah dan tangan sebagai pengganti wudu atau mandi ketika seseorang memiliki uzur untuk menggunakan air.
Tayamum bukan berarti meninggalkan kewajiban bersuci. Justru, tayamum merupakan bentuk kemudahan yang diberikan Allah SWT agar seorang Muslim tetap dapat melaksanakan ibadah dalam kondisi tertentu.
Allah SWT berfirman:
“Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Ma’idah: 6)
Kapan Boleh Bertayamum?
Tayamum tidak dilakukan hanya karena sedang berada di pesawat. Ada sebab atau kondisi tertentu yang membolehkannya.
Beberapa di antaranya:
- Tidak menemukan air setelah berusaha mencarinya.
- Air yang tersedia tidak mencukupi untuk bersuci.
- Tidak memungkinkan menggunakan air karena sakit.
- Penggunaan air dikhawatirkan memperparah penyakit atau memperlambat kesembuhan.
- Ada kondisi tertentu yang membuat seseorang tidak mampu menjangkau air.
- Kondisi sangat dingin dan penggunaan air dikhawatirkan membahayakan, dengan rincian fikih tertentu.
Bagaimana dengan tayamum di pesawat?
Jamaah yang berada di pesawat sebaiknya terlebih dahulu memperhatikan apakah masih memungkinkan menggunakan air untuk berwudu.
Jika air tidak tersedia atau terdapat alasan syar’i yang membuat penggunaan air tidak memungkinkan, tayamum dapat dilakukan dengan media yang memenuhi ketentuan bersuci.
Kementerian Agama dalam buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah juga memuat tata cara tayamum di pesawat, termasuk dengan menggunakan permukaan pesawat atau sandaran kursi yang terdapat debu.
Apa Saja Syarat Tayamum?
Dalam penjelasan fikih, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan tayamum.
1. Ada alasan syar’i untuk tidak menggunakan air
Tayamum bukan sekadar pilihan yang lebih praktis. Harus terdapat kondisi yang membolehkan tayamum, seperti tidak adanya air atau adanya halangan menggunakan air.
2. Menggunakan tanah atau debu yang suci
Media tayamum harus suci dan memiliki unsur debu/tanah yang dapat digunakan untuk tayamum.
Untuk tayamum di pesawat, jangan sembarangan mengusap tangan pada permukaan yang bersih tetapi tidak memiliki debu. Perhatikan terlebih dahulu apakah permukaan tersebut memang terdapat debu yang suci dan layak digunakan.
3. Najis harus dibersihkan
Tayamum berfungsi sebagai pengganti wudu atau mandi wajib, bukan sebagai pengganti menghilangkan najis. Karena itu, najis yang dapat dihilangkan harus dibersihkan terlebih dahulu.
4. Memperhatikan masuknya waktu salat
Dalam salah satu penjelasan fikih mazhab Syafi’i yang dikutip NU Online, tayamum dilakukan setelah masuk waktu salat.
Karena itu, jamaah yang sedang berada di pesawat perlu memperhatikan waktu salat sesuai lokasi dan perjalanan penerbangan.
Niat Tayamum
Niat merupakan bagian penting dalam tayamum.
Salah satu lafaz niat tayamum yang disebutkan dalam literatur fikih adalah:
نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى
Nawaitut-tayammuma listibaahatish-shalaati lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Aku berniat tayamum agar diperbolehkan melaksanakan salat karena Allah Ta’ala.”
Niat pada dasarnya dilakukan dalam hati. Lafaz tersebut dapat digunakan untuk membantu menghadirkan niat.
Tata Cara Tayamum di Pesawat
Berikut panduan praktis yang dapat menjadi referensi jamaah.
1. Berniat dan membaca basmalah
Angkat kedua tangan dan hadirkan niat tayamum dalam hati.
Kemudian membaca:
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Dalam sebagian tuntunan fikih, membaca basmalah termasuk amalan yang dianjurkan sebelum tayamum.
2. Letakkan kedua telapak tangan pada permukaan yang berdebu
Letakkan kedua telapak tangan pada permukaan pesawat atau sandaran kursi yang terdapat debu yang suci.
Pastikan permukaannya tidak terkena najis atau kotoran.
3. Tiup atau kibaskan debu berlebih
Jika terdapat debu yang terlalu banyak di telapak tangan, debu berlebih dapat ditiup atau dikibaskan.
Tujuannya agar debu yang digunakan tidak berlebihan.
4. Usapkan kedua telapak tangan ke wajah
Usapkan kedua telapak tangan pada seluruh bagian wajah secara merata.
Dalam penjelasan NU Online, mengusap wajah dilakukan satu kali.
5. Ambil debu kembali
Letakkan kembali kedua telapak tangan pada media tayamum yang berdebu.
Kemudian gunakan debu tersebut untuk mengusap kedua tangan.
6. Usapkan tangan
Pada tata cara yang mengikuti penjelasan fikih Syafi’i yang dikutip NU Online, tangan diusap hingga siku dengan rincian gerakan tertentu.
Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai batas tangan yang diusap dalam tayamum.
Muhammadiyah, misalnya, menjelaskan tata cara dengan mengusap punggung tangan sampai pergelangan tangan.
Karena itu, jamaah sebaiknya mengikuti tuntunan manasik atau pembimbing ibadah yang menjadi rujukannya.
Apakah Tayamum di Pesawat Bisa Menggunakan Sandaran Kursi?
Bisa dalam kondisi yang memenuhi ketentuan.
Kementerian Agama dalam Tuntunan Manasik Haji dan Umrah menjelaskan tata cara tayamum di pesawat dengan menggunakan dinding pesawat atau sandaran kursi yang terdapat debu. Dalam panduan tersebut juga dijelaskan dua metode, termasuk metode satu kali dan dua kali tepukan.
Hal yang perlu diperhatikan adalah bukan sekadar menyentuh sandaran kursi, tetapi adanya media yang memenuhi ketentuan tayamum.
Jadi, jangan menganggap setiap permukaan kursi pesawat otomatis dapat digunakan untuk tayamum.
Apakah Tayamum Menggantikan Wudu?
Ya, tayamum dapat menjadi pengganti wudu ketika terdapat kondisi yang membolehkan tayamum.
Tayamum juga dapat menjadi pengganti mandi wajib dalam kondisi tertentu ketika penggunaan air tidak memungkinkan.
Namun, tayamum bukan pengganti untuk membersihkan najis.
Apa yang Membatalkan Tayamum?
Secara umum, tayamum batal karena:
1. Terjadi sesuatu yang membatalkan wudu
Karena tayamum menjadi pengganti wudu, hal-hal yang membatalkan wudu juga dapat membatalkan tayamum.
2. Sudah mendapatkan atau dapat menggunakan air
Apabila alasan yang sebelumnya membolehkan tayamum sudah hilang, maka tayamum tidak lagi berlaku sebagai pengganti bersuci dengan air.
Misalnya, seseorang bertayamum karena tidak mendapatkan air, kemudian sebelum salat ternyata mendapatkan air yang dapat digunakan untuk bersuci.
3. Hilangnya uzur
Jika tayamum dilakukan karena seseorang tidak mampu menggunakan air akibat kondisi tertentu, kemudian kondisi tersebut sudah hilang, maka alasan tayamum juga berakhir.
Tayamum Bukan Berarti Meninggalkan Salat
Ini yang penting dipahami oleh jamaah.
Perjalanan jauh bukan alasan untuk meninggalkan salat.
Ketika seorang Muslim berada dalam kondisi yang memang menyulitkan untuk bersuci dengan air, syariat memberikan rukhsah atau keringanan melalui tayamum.
Allah SWT tidak menghendaki kesulitan bagi hamba-Nya. QS. Al-Ma’idah ayat 6 menjelaskan bahwa ketentuan bersuci tersebut merupakan bagian dari penyempurnaan nikmat Allah kepada manusia.
Karena itu, bagi jamaah umrah yang sedang berada di pesawat, penting untuk mempersiapkan diri sebelum keberangkatan:
- Ketahui jadwal salat selama penerbangan.
- Usahakan berwudu sebelum naik pesawat jika memungkinkan.
- Bawa perlengkapan ibadah yang praktis.
- Pahami cara salat di pesawat.
- Ketahui tata cara tayamum.
- Jika memiliki kondisi khusus, tanyakan kepada pembimbing/manasik sebelum keberangkatan.
Catatan Penting: Ada Perbedaan Tata Cara
Dalam persoalan tayamum terdapat perbedaan rincian di antara ulama dan mazhab, terutama mengenai jumlah tepukan, batas tangan yang diusap, dan beberapa detail pelaksanaannya.
Misalnya, penjelasan NU Online yang mengacu pada fikih Syafi’i menjelaskan pengusapan tangan sampai siku dengan tata cara tertentu, sementara Muhammadiyah menjelaskan pengusapan tangan sampai pergelangan.
Kementerian Agama juga memberikan tata cara khusus tayamum di pesawat dalam buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah.
Jadi, perbedaan gambar atau tata cara yang ditemui jamaah tidak selalu berarti salah. Bisa jadi terdapat perbedaan rujukan fikih yang digunakan.
Untuk jamaah KIS, praktik ibadah sebaiknya mengikuti arahan pembimbing/manasik yang telah ditetapkan agar pelaksanaannya lebih terarah dan tidak menimbulkan kebingungan.
Kesimpulan
Tayamum adalah bentuk kemudahan dalam syariat Islam bagi seorang Muslim yang memiliki alasan syar’i sehingga tidak dapat menggunakan air untuk bersuci.
Saat berada di pesawat, jamaah tidak perlu panik ketika waktu salat tiba. Persiapkan wudu sebelum penerbangan jika memungkinkan. Jika memang terdapat kondisi yang membolehkan tayamum, lakukan tayamum dengan media yang suci dan sesuai ketentuan, kemudian laksanakan salat sesuai kemampuan.
Perjalanan menuju Baitullah bukan alasan untuk meninggalkan ibadah.
Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah perjalanan kita, menerima ibadah kita, dan menjadikan perjalanan menuju Tanah Suci sebagai perjalanan yang penuh keberkahan. 🤲🏻
Bismillah Pasti Umroh.
Khalifah Inti Safara — Menuju Baitullah dengan ikhtiar dan persiapan.
Catatan: Artikel ini merupakan informasi edukatif. Karena terdapat perbedaan rincian tata cara tayamum di antara mazhab dan rujukan fikih, jamaah sebaiknya mengikuti panduan pembimbing/manasik yang menjadi rujukan keberangkatannya.
Referensi: Kementerian Agama RI, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah; NU Online, Sebab dan Tata Cara Bertayamum; Muhammadiyah, Tidak Boleh Sembarangan, Berikut Hal-hal yang Membolehkan Tayamum.
