Menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci adalah impian banyak umat Islam. Namun, ada satu nikmat yang sering kali lebih mengharukan daripada sekadar keberangkatan itu sendiri, yaitu ketika Allah mengizinkan kita berangkat bersama keluarga tercinta.
Bukan hanya menjadi perjalanan ibadah yang penuh keberkahan, umrah bersama keluarga juga menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan, memperkuat ikatan kasih sayang, dan bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Tidak Semua Orang Mendapatkan Kesempatan yang Sama
Dalam kehidupan, kita sering sibuk mengejar berbagai hal.
Mengejar pekerjaan.
Mengejar karier.
Mengejar target dan impian dunia.
Namun terkadang kita lupa bahwa bisa berangkat ke Tanah Suci bersama keluarga adalah rezeki yang tidak semua orang dapatkan.
Ada yang memiliki keinginan kuat untuk umrah, tetapi belum memiliki biaya.
Ada yang sudah memiliki biaya, tetapi belum diberikan kesempatan dan waktu.
Ada pula yang memiliki waktu dan kemampuan, namun belum bisa mengajak keluarga untuk berangkat bersama.
Karena itu, ketika Allah membuka jalan untuk umrah bersama keluarga, maka itu bukanlah sesuatu yang biasa. Itu adalah nikmat yang besar dan patut disyukuri.
Umrah Bersama Keluarga Bukan Sekadar Ibadah Pribadi
Banyak orang memandang umrah sebagai ibadah pribadi antara seorang hamba dengan Rabb-nya. Hal itu tentu benar.
Namun ketika umrah dilakukan bersama keluarga, ada pelajaran dan nilai yang jauh lebih luas.
Di sana, anak-anak belajar melihat orang tuanya berdoa dengan penuh harap.
Di sana, pasangan suami istri belajar saling menguatkan, saling membantu, dan saling bersabar dalam beribadah.
Di sana, keluarga belajar bahwa rumah terbaik adalah rumah yang penghuninya sama-sama berusaha mendekat kepada Allah.
Pendidikan Terbaik Adalah Teladan
Tidak semua pelajaran dapat disampaikan melalui nasihat.
Ada kalanya anak-anak lebih mudah memahami sebuah nilai ketika mereka melihatnya secara langsung.
Saat thawaf bersama mengelilingi Ka’bah, keluarga belajar bahwa hidup harus selalu berpusat kepada Allah.
Saat sa’i antara Shafa dan Marwah, keluarga belajar bahwa setiap harapan harus diiringi dengan ikhtiar dan kesungguhan.
Saat mengangkat tangan untuk berdoa bersama, keluarga belajar bahwa tujuan hidup tidak hanya tentang kebahagiaan dunia, tetapi juga keselamatan di akhirat.
Inilah salah satu bentuk pendidikan terbaik dalam keluarga, yaitu memberikan teladan melalui pengalaman ibadah yang nyata.
Menyatukan Tujuan Keluarga
Umrah bersama keluarga bukan hanya tentang foto di depan Ka’bah atau perjalanan ke negara lain.
Lebih dari itu, umrah adalah kesempatan untuk menyatukan tujuan keluarga dalam satu arah yang sama, yaitu mencari ridha Allah.
Karena keluarga yang kuat bukan hanya keluarga yang mampu berkumpul dalam kebahagiaan dunia, tetapi juga keluarga yang saling mengingatkan dalam kebaikan dan saling menggenggam tangan menuju surga-Nya.
Syukuri Kesempatan yang Allah Berikan
Jika hari ini Allah sedang membuka jalan untuk berangkat umrah bersama keluarga, maka syukurilah kesempatan itu.
Jaga niatnya.
Jaga ibadahnya.
Jaga kebersamaannya.
Dan jadikan perjalanan tersebut sebagai langkah untuk membangun keluarga yang lebih dekat kepada Allah.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemudahan kepada kita semua untuk menjadi keluarga yang tidak hanya bersama di dunia, tetapi juga dipertemukan kembali dalam surga-Nya yang penuh kenikmatan.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. 🤍🕋
