Dua Tempat Istimewa di Ka’bah yang Sering Disalahpahami
Ketika berada di Masjidil Haram, banyak jamaah berlomba-lomba menuju satu titik: Hajar Aswad. Tidak sedikit yang rela berdesakan demi bisa menciumnya.
Namun, tahukah kita?
Selain Hajar Aswad, ada satu tempat lain yang tak kalah istimewa untuk bermunajat kepada Allah—yaitu Multazam.
Memahami keduanya akan membuat ibadah kita lebih tenang, tepat, dan penuh makna.
Apa Itu Hajar Aswad?
Hajar Aswad adalah batu hitam yang terletak di salah satu sudut Ka’bah. Dari titik inilah thawaf dimulai dan diakhiri.
Rasulullah ﷺ mencontohkan untuk:
- Mencium Hajar Aswad jika memungkinkan
- Jika tidak memungkinkan, cukup memberi isyarat (melambaikan tangan) sambil mengucapkan Allahu Akbar
Penting untuk dipahami, mencium Hajar Aswad adalah sunnah, bukan kewajiban.
Artinya, jika kondisi sangat ramai hingga berisiko menyakiti diri sendiri atau orang lain, maka cukup isyarat dari jauh sudah sangat cukup.
Karena dalam Islam, adab dan menjaga keselamatan lebih utama daripada memaksakan amalan sunnah.
Apa Itu Hajar Aswad?
Hajar Aswad adalah batu hitam yang terletak di salah satu sudut Ka’bah. Dari titik inilah thawaf dimulai dan diakhiri.
Rasulullah ﷺ mencontohkan untuk:
- Mencium Hajar Aswad jika memungkinkan
- Jika tidak memungkinkan, cukup memberi isyarat (melambaikan tangan) sambil mengucapkan Allahu Akbar
Penting untuk dipahami, mencium Hajar Aswad adalah sunnah, bukan kewajiban.
Artinya, jika kondisi sangat ramai hingga berisiko menyakiti diri sendiri atau orang lain, maka cukup isyarat dari jauh sudah sangat cukup.
Karena dalam Islam, adab dan menjaga keselamatan lebih utama daripada memaksakan amalan sunnah.
Hajar Aswad vs Multazam, Mana Lebih Utama?
Pertanyaan ini sering muncul.
Jawabannya: keduanya memiliki keutamaan masing-masing dan tidak untuk dibandingkan.
- Hajar Aswad → sunnah untuk disentuh atau dicium sebagai bentuk mengikuti Rasulullah ﷺ
- Multazam → tempat yang dianjurkan untuk berdoa dan bermunajat
Fokus utama bukan pada “mana yang lebih”, tapi bagaimana kita bisa beribadah dengan benar dan penuh adab.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa hal yang perlu dihindari saat berada di sekitar Ka’bah:
- Memaksakan diri mencium Hajar Aswad hingga berdesakan
- Menyakiti jamaah lain demi mendapatkan posisi
- Menganggap tempat tertentu “pasti” mengabulkan doa tanpa memahami bahwa semua atas izin Allah
Ingat, tujuan utama ibadah adalah mendekat kepada Allah, bukan sekadar mencapai titik tertentu.
Kadang kita terlalu sibuk mengejar posisi terbaik di sekitar Ka’bah.
Padahal, Allah tidak pernah jauh dari hamba-Nya.
Hajar Aswad mengajarkan kita tentang ketaatan.
Multazam mengajarkan kita tentang kepasrahan.
Dan pada akhirnya, bukan tentang seberapa dekat kita dengan Ka’bah,
tapi seberapa dekat hati kita kepada Allah 🤍🕋
Semoga Allah memberi kita kesempatan untuk beribadah di Baitullah dengan penuh adab, keikhlasan, dan ketenangan.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin 🤲✨
